Ayu_Emi

February 20, 2009

Dari kisah putri kaguya sampai gunung fuji

Filed under: Uncategorized — ayuratna @ 11:37 am

kaguya-titlePada jaman dahulu kala hidup sepasang kakek nenek di desa terpencil. Pekerjaan sang kakek adalah sebagai penebang bambu. Pada suatu hari ketika sang kakek akan menebang bambu, ia melihat bambu yang bercahaya seperti emas. Karena penasaran, maka sang kakek memotong bambu tersebut dan ternyata di dalam bambu  itu ditemukan anak perempuan yang kira-kira tingginya 9 cm. Sang kakek kemudian membawa anak perempuan itu pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, kakek memberi tahu nenek dan mereka akhirnya memberi nama anak itu Kaguya. Setelah merawat Kaguya, setiap kakek pergi ke gunung untuk menebang bambu, di dalam bambu tersebut pasti ditemukan emas. Kehidupan merekapun menjadi makmur berkat Kaguya.
Tak terasa putri Kaguya tumbuh menjadi sosok putri yang sangat cantik sampai kecantikannya itu tersebar ke seluruh pelosok negeri. Banyak orang-orang dari kalangan berada sampai pajabat kerajaan ingin mempersunting putri Kaguya, tetapi entah mengapa putri Kaguya menolak lamaran mereka. Putri Kaguya memikirkan cara untuk menolak lamaran mereka dengan menyuruh membawa barang-barang yang mustahil adanya.  Siapa yang berhasil membawa barang-barang yang diinginkan sang putri, maka dia akan menerima lamaran salah satu dari mereka. Barang-barang tersebut diantaranya adalah mangkuk suci sang Buddha, kalung yang terbuat dari bola mata naga, kipas bercahaya dan lain-lain. Para lelaki itu datang dengan membawa barang yang diminta, namun semua barang yang dibawa itu palsu karena barang yang diminta putri Kaguya tersebut mustahil ditemukan di bumi ini.
Malam bulan purnamapun akan segera datang. Sambil memandang bulan, putri Kaguya menangis dalam kesedihan. Kakek dan nenek merasa khawatir kenapa putri kesayangannya merasa sedih. Akhirnya pada tanggal 8 Agustus, putri Kaguya menyampaikan perasaannya kapada kakek dan nenek. Ia mengaku bahwa sebenarnya ia berasal dari bulan dan harus kembali ke bulan saat bulan purnama tiba. Putri Kaguya sedih karena harus meninggalkan kakek dan nenek yang dicintainya. Karena tidak mau kehilangan putri Kaguya, maka kakek dan nenek berusaha mempertahankan putri Kaguya saat sang putri dijemput oleh utusan bulan untuk kembali ke bulan. Namun usahanya itu sia-sia. Akhirnya putri Kaguya pergi menuju bulan.

Sebagai kenang-kenangan dan tanda terima kasih, putri Kaguya memberi Fushi no kusuri (Obat hidup kekal) kepada kakek dan nenek yang selama ini merawatnya. Sayangnya, kakek membakar obat itu karena ia merasa meskipun bisa hidup abadi dengan meminum obat itu, tanpa ada Kaguya di sisi mereka apalah artinya. Kakek membakar obat itu di atas puncak gunung tertinggi di Jepang. Gunung tempat sang kakek membakar obat itu kemudian diberi nama Fushi no yama (gunung abadi), dan gunung itu sekarang dikenal dengan nama Fujiyama. Konon obat yang dibakar di atas gunung membuat Gunung Fuji selalu mengeluarkan asap.

dwp_fujiyama002m

Gunung Fuji adalah gunung keabadian atau orang Jepang menyebutnya Fuji san (san berarti gunung, khusus untuk menyebut gunung Fuji) merupakan gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan Prefektur Shizuoka dan Yamanashi. Ketinggian gunung Fuji adalah 3.776 M. Gunung ini adalah simbol bagi negara Jepang selain bunga sakura. Konon, wanita sempat dilarang keras mendaki gunung ini karena Dewi gunung Fuji akan cemburu.

February 4, 2009

Kae San To Mattari Shita

Filed under: Curhat — ayuratna @ 8:34 am

Mattari suru berarti duduk-duduk santai bersama seseorang dalam waktu yang cukup lama atau berjam-jam sambil ngobrol, makan, dan minum. Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi home stay teman saya orang Jepang bernama Kae Nakajima di daerah Sanur. Kae san teman baik saya dan sudah 6 bulan kami tidak bertemu. Saat Kae san memberi kabar bahwa dia ada di Bali, langsung saya tak sabar ingin bertemu dia. Saat saya berkunjung ke tempatnya, Kae san langsung memberi Omiyage (oleh-oleh ) beberapa box Ocha (Teh hijau asli Jepang) karena dia tahu saya penggemar teh khususnya teh hijau. Saat bertemu kamipun ngobrol-ngobrol dari siang sampai malem. Banyak sekali yang kami obrolkan…….

Pertama ngobrolin tentang mode pakaian dan ngobrolin tentang aktris dan aktor Jepang. Saat ngobrolin tentang aktris, saya tiba-tiba pengen tahu tentang Maria Ozawa. Saya yakin kalo orang Indonesia khususnya anak muda banyak yang mengenal Maria Ozawa. Dia begitu terkenal sebagai bintang film porno dari Jepang. Saya tanya sama Kae san apakah dia tahu tentang Maria Ozawa karena bintang porno ini sangat terkenal di Indonesia. Dia jawab kalau dia tidak tahu, padahal dia bilang sesekali pernah nonton film porno tapi nama Maria Ozawa begitu asing ditelinganya…Waaaa, ternyata Maria Ozawa itu lebih terkenal di Indonesia daripada di negerinya sendiri.

Bosen ngobrolin aktris, kitapun ganti topik ngobrolin Nihongo (Bahasa Jepang). Kae san ngajarin saya beberapa bahasa gaul di Jepang. Sebelumnya saya pernah buat postingan tentang bahasa gaul di Jepang, tapi kali ini saya ingin menambahkan beberapa bahasa gaul yang diberi tahu oleh Kae san.

Lapar   =   Harahetta (tapi kebanyakan laki-laki yang menggunakannya).

Sakit!   =   Itek! (untuk laki-laki), Itak! (Untuk perempuan).

Bodoh!, Bego!   =   Aho!, Boke!, Kasu!

Mati saja kau!   =   Shinde shimae!

lucu   =   Omoroi

Hus…dasar pengganggu   =   Uzai!

Aku suka banget deh   =   Meccha daisuki

lucu banget   =   Meccha omoroi (untuk menertawakan hal yang sangat lucu).

Cium dong!   =   Chuu shite!

Gak mungkin!, yang beber aja!   =   Arienaittsuu no!, Ariehen! (logat Oosaka).

dasar jelek   =   Saiteena yatsu

Jangan ngomong doang!   =   Yoku iu na!

Jangan putus asa!   =   Akiramenna!

Tunggu dong!   =   Choi machii!

Tak terasa sudah jam 8 malam, dan kamipun berhenti ngobrol-ngobrol. Sebelum pulang, saya dan Kae san makan bakso keju dulu di pasar Shindu -Sanur…kami memang pecinta makanan berbau keju…..


Create a free website or blog at WordPress.com.