Seperti yang telah kita ketahui, ada 12 shio yang melambangkan binatang. Shio itu adalah shio tikus, sapi, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, ayam, anjing, dan babi hutan. Tahukah kenapa harus binatang-binatang tersebut yang masuk dalam 12 shio binatang? Di Jepang ada legenda yang menceritakan tentang asal usul shio binatang.
Dahulu kala, ada Dewa yang tinggal di puncak pegunungan. Ceritanya bermula pada saat sebelum tahun baru. Sebelum tahun baru, Sang Dewa mengirim surat kepada seluruh binatang untuk datang ke tempat tinggalnya pada saat tahun baru karena akan dipilih 12 binatang yang paling tercepat datang untuk dijadikan sebagai jenderal Sang Dewa. Para binatang menyambut undangan dari Sang Dewa dengan gembira. Sayangnya ada binatang yang tidak menerima surat dari Sang Dewa yaitu kucing, tetapi si kucing menerima informasi surat tersebut dari si tikus. Si tikus yang licik memberi tahu si kucing bahwa semua binatang harus berkumpul di tempat sang dewa pada saat pagi hari sehari setelah tahun baru. Padahal isi surat Sang Dewa seharusnya datang di pagi hari di tahun baru.
Semua binatang berfikir bagaimanakah caranya agar bisa menjadi yang tercepat datang ke tempat tinggal Sang Dewa??? Si sapi berfikir kalo ingin jadi yang tercepat, maka ia harus berangkat lebih awal dari binatang lainnya karena ia merasa jalannya sangat lamban. Kemudian berangkatlah si sapi pada malam harinya. Si tikus tahu niat si sapi untuk berangkat di malam hari. Saat si sapi mulai berangkat, si tikuspun loncat ke tubuh si sapi dan si sapi tidak sadar akan hal itu. Si tikus sangat cerdik dan licik karena ia ingin sampai duluan di tempat Sang Dewa tanpa harus bersusah payah. Sebaliknya si sapi merasa bahwa pasti dia yang dahulu sampai di tempat Sang Dewa.
Keesokan harinya di pagi-pagi buta, seluruh binatangpun mulai berlomba untuk sampai di tempat Sang Dewa. Akhirnya pagi hari di tahun barupun sudah tiba. Si sapi hampir sampai duluan di tempat Sang Dewa, tetapi si tikus kemudian lompat dari tubuh si sapi dan dengan cepatnya mendahului si sapi menuju ke tempat Sang Dewa. Mengetahui si tikus yang datang paling pertama, si sapi merasa kecewa. Seharusnya si sapilah yang datang lebih awal. Lalu berturut-turut datanglah harimau, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, ayam, anjing, dan yang ke-12 adalah babi hutan. 12 binatang yang terpilih oleh Sang Dewa itu dikenal dengan 12 shio binatang. Di tempat Sang Dewa, 12 binatang itu berpesta ria sampai keesokan paginya.
Bagaimanakah dengan nasib si kucing???
Si kucing yang sampai saat setelah tahun baru merasa tertipu karena seharusnya dia datang pada saat tahun baru. Si kucingpun marah pada si tikus karena ia telah dibohongi dan kemudian si kucing berlari-lari mengejar si tikus dengan berkata bahwa dia akan menangkap dan memakan si tikus. Seharusnya si kucing bisa menjadi salah satu dari 12 shio binatang jika tidak ditipu oleh si tikus.
Beberapa hari yang lalu saya nonton film action Jepang yang berjudul “Zatoichi”. Sebenarnya film ini diangkat dari cerita rakyat Jepang yang terkenal. Film ini menceritakan tentang kehidupan seorang samurai di abad 19 yang mengalami tuna netra bernama Zatoichi. Zatoichi adalah orang yang tidak malu dengan kecacatannya, bahkan ia memanfaatkan kecacatannya dengan mengikuti bela diri pedang dan menjadi seorang samurai. Ia mempelajari ilmu pedang dengan tidak memanfaatkan penglihatan, melainkan pendengarannya. Zatoichi sangat peka dengan bunyi yang ada di sekitarnya, sehingga ia tahu kemana arah musuhnya menyerang. Sosok Zatoichi merupakan samurai yang tidak terkalahkan dan ia hanya bisa terkalahkan oleh penyerang yang tidak bergerak dan bersuara tetapi nyatanya tidak ada seorang samurai yang menyerang tanpa bergerak. Kehebatannya dalam bela diri samurai ini didapatnya tidak lain dengan kerja keras dan keuletan.
Awalnya saya ogah-ogahan nonton Film “Zatoichi” karena film action. Pada dasarnya saya kurang menyukai film action karena penuh dengan kekerasan. Tetapi karena saya kehabisan stok film jepang yang romantis, maka terpaksa deh ditonton…Setelah filmnya ditonton, eh…ternyata bagus juga, bahkan saya jadi ngefans sama tokoh utamanya. Dari cerita ini banyak sekali pesan bijak yang dapat kita contoh yaitu “kita jangan sampai bersembunyi di balik kekurangan kita, tetapi kita harus memanfaatkan kekurangan kita dengan memaksimalkan potensi yang ada”.semangat pantang menyerah dan keuletan harus ada dalam jiwa kita Jadi kita harus SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!
Ternyata sampahpun bisa jadi makanan loh!
Baru-baru ini banyak berita di TV yang menampilkan tentang makanan sisa hotel dari tempat sampah berupa daging ayam yang diolah dan dijual kembali ke pasar-pasar tradisional untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Sungguh fenomena yang sangat ironis. Ternyata orang Indonesia pandai juga ya mengolah sampah menjadi makanan. Faktor apa ya sebenarnya yang menyebabkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu tega membohongi masyarakat dengan mengolah sampah daging menjadi makanan??